Analisis Senyawa Obat Silakan Klik Judul Analisis Senyawa Obat yang ada dibawah ini untuk membaca artikel yang Anda maksud
Kata Kunci yang digunakan untuk sampai ke tulisan ini: senyawa obat (247) | analisis senyawa obat (41) | analisis obat (40) | analisis kualitatif senyawa obat (33) | analisis asam mefenamat (20) | analisis parasetamol (19) | analisis obat secara kualitatif (12) | analisis kualitatif obat (10) | analisis kualitatif parasetamol (9) | analisa kualitatif obat (6) |5 Orang telah berKomentar untuk tulisan “Analisis Senyawa Obat”
Anda bisa memantau perkembangan komentar di sini melalui atom feed.



![Add ahyari [dot]com to Technorati Favorites](http://ahyari.com/documents/technorati-ahyari-dot-com.png)



trus..cara analisisna gimana dunk??
:-)
Posted on April 5, 2008 at 2:08 pm.
Klo secara ilmiah seh kira2 bgini adink na aa (kisah kd tahu pulang adink nih
):
Asam mefenamat dianalisis menggunakan dua cara yaitu dengan mengunakan pereaksi HSO kemudian memanaskan sebentar terjadi hingga menjadi fluoresensi putih-biru, mendinginkan setelah itu ditambahkan 1 tetes KCrOO7 0,1 N terjadi warna kuat yang cepat menjadi hijau-biru. Cara kedua dengan melarutkan dalam 1 ml etanol, ditambahkan 2 tetes FeCl 3 1% yang menghasilkan warna ungu.
Antalgin dianalisis juga dilakukan dengan dua cara yaitu cara pertama digunakan pereaksi 2 ml HCl ditambahkan 1 ml FeCl 3 10% dan cara yang kedua sama dengan cara yang pertama tetapi konsentrasi FeCl 3 yang digunakan adalah 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedua cara tersebut menampakkan hasil yang sama yaitu larutan menjadi biru kemudian menjadi merah dan akhirnya menjadi tak berwarna.
Asam salisilat juga dapat dianalisis dengan melakukan dua cara yaitu pertama dengan menggunakan pereaksi 2 tetes FeCl 3 1% dan cara kedua yang memiliki kesamaan dengan cara pertama namun sebelumnya pada larutan obatnya ditambahkan aquades. Hasil pengamatanya menghasilkan warna ungu.
Untuk menganalisis ampicillina digunakan pereaksi 3 tetes fehling A dan fehling B. Hasil pengamatanya menghasilkan warna ungu.
Pereaksi 2 g NaOH digunakan untuk menganalisis kloramfenikol yang ditambahkan aquades yang kemudian dididihkan. Hasil pengamatanya menghasilkan warna kuning kuat/pekat.
Parasetamol dianalisis menggunakan dua cara yaitu digunakan pereaksi 2 tetes FeCl 3 10% dan cara kedua 2 tetes FeCl 3 5% menghasilkan warna biru kemudian menjadi ungu muda.
Pereaksi 2 tetes FeCl 3 10% digunakan untuk menganalisis piridoksin HCl. Hasil pengamatanya menghasilkan warna merah.
Thyamina HCl dianalisis dengan dua cara yaitu menggunakan pereaksi Pb(II)asetat kemudian ditambahkan 2 ml NaOH 6 N setelah itu dipanaskan (warnanya segera kuning dan ada endapan coklat kuning) dan cara kedua digunakan pereaksi 2 ml NaOH 3 N (hanya menghasilkan warna yang segera kuning.).
Posted on April 6, 2008 at 9:12 am.
hehe..
thanks buat jawabannya ya aa..
^_^
Posted on May 6, 2008 at 1:34 pm.
Nei ka Jimmy lo??
Thanks.. info na nei bwat laporan he
Posted on April 15, 2009 at 5:47 pm.
mantabz
Posted on April 23, 2009 at 8:11 pm.